Untuk pertama kalinya setelah lima tahun berproses dengan tim di Rumah Ludo sebagai brand consultant, saya mencoba mengumpulkan tiket dan boarding pass perjalanan bisnis yang saya tempuh sepanjang tahun 2017. Terkumpul sekitar 68 tiket dan boarding pass. Untuk sebagian orang, terutama bagi pegiat bisnis yang sudah mapan, mungkin jumlah tersebut belum seberapa. Tetapi buat saya, jumlah demikian berarti banyak. Tidak hanya perjalanannya, melainkan proses dan insight yang saya temukan terutama terkait proses bertumbuh sebagai seorang yang memilih nasib sebagai enterpreneur.

Dalam perjalanan tersebut, saya dipertemukan dengan berbagai ragam kasus, personalitas, pencapaian hingga drama. Iya, drama adalah bagian berproses yang tidak dapat dihindari. Bahkan perlu saya akui bahwa saya belajar banyak dari hal-hal yang bersifat Don’ts; sebanyak saya belajar dari hal-hal yang bersifat Dos. Saya merasa sangat terhormat ketika memenuhi undangan sebagai narasumber dalam berbagai seminar dan workshop skala nasional; sama seperti saya merasa bangga ketika bisa mendampingi masyarakat dari pelosok desa untuk belajar dan berproses bersama mengandalkan potensi dan sumber daya yang ada (baca: terbatas).

Ketika berbicara dalam konteks kewiraswastaan, tentu goal terbesar yang selalu didambakan adalah pertumbuhan bisnis (growth). Pertumbuhan semacam ini selalu dihitung dalam angka, data, efisiensi, kualitas dan pengelolaan sistem bisnis mulai dari produksi, tata kelola hingga komunikasi (pemasaran) yang semakin mapan. Saya bersama tim sangat bersyukur dengan segala bentuk pencapaian ini. Kekuatan bisnis yang dulu masih kami ukur dari kecepatan internet kantor yang mampu kami bayar tagihannya setiap bulan, atau dari jenis makan siang yang mampu kami sediakan bagi tim, namun hari ini kami berkesempatan mengukurnya melalui market share, operational capital, human resource, dan business projection. Ini sama sekali bukanlah pencapaian yang sederhana.

Namun, lebih dari itu semua, pencapaian terbesar dan yang ingin saya beserta tim pertahankan adalah pencapaian untuk bertumbuh (grow). Proses dan perjalanan saya sebagai wiraswastawan ikut memfasilitasi pertumbuhan dan pendewasaan diri. Mendefinisikan bisnis dan prosesnya agar semakin matang, sekaligus merefleksikannya dalam proses mendefinisikan dan mematangkan diri dan pikiran. Bertumbuh yang seperti ini tidak dapat dihitung dalam angka dan data. Barangkali ini makna dari ungkapan seorang business coach yang pernah saya ikuti, “do not work on your business; but work in it”. Sebab, pertumbuhan bisnis (growth) yang tidak diikuti oleh bertumbuhnya diri (grow) adalah sesuatu yang sia-sia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.