Membangun dan mengelola brand itu gampang-gampang susah. Pasalnya, hal ini bukanlah pekerjaan sekali jadi melainkan lifetime process. Di samping itu, brand juga merupakan sebuah sistem yang kompleks sebagai sebuah aset yang intangible. Membangun dan mengelola brand itu serupa dengan berinvestasi dan mengelola investasi tersebut agar dapat mencapai keuntungan sebagaimana yang diharapkan. Bahkan sebuah brand ternama sekalipun tidak akan berhenti berproses dalam pengelolaan brand agar tidak tergerus dari mindset dan loyalitas pelanggannya.

 

Sulitnya Membangun dan Mengelola Brand.

Tantangan mendasar dalam membangun sebuah brand adalah mendefinisikan brand yang akan dibangun dengan mengartikulasikan brand tersebut secara baik, tepat dan tentunya efisien. Mendefinisikan secara baik artinya brand dapat menjelaskan positioning-nya terkait core bisnis, produk dan layanan, target pelanggan atau audiensnya, distinction (pembeda kompetitif), motif serta area pemasaran dan komunikasinya. Pentingnya ketepatan dalam menentukan unsur-unsur di atas agar brand dapat berperan secara optimal sebagai strategi mengkomunikasikan bisnis/produk. Lebih lanjut, salah satu pencapaian yang disasar dalam membangun dan mengelola brand adalah posisinya sebagai profitable brand. Hasil dari proses ini dapat disimpulkan menjadi “The Key Idea of Brand” atau poros utama brand yang kemudian dapat dijabarkan dalam berbagai aspek melalui proses branding.

Tantangan berikutnya adalah mengejawantahkan konsepsi dasar tadi menjadi suatu bangunan sistem brand yang terdiri atas berbagai struktur seperti: personalitas, nilai-nilai, senses (salah satunya visualisasi brand atau visual branding), verbal, brand people, performance, dan kanal yang dapat diakses oleh target pelanggan atau audiens. Masing-masing struktur tersebut bekerja dalam satu kesatuan unit yang saling bersinergi dan melengkapi. Untuk itu, dibutuhkan suatu perencanaan dan strategi yang S.M.A.R.T (strategic, measurable, achievable, realistic dan time-bound) dalam merancang dan menyusunnya.

 

Mudahnya Membangun dan Mengelola Brand.

Meskipun tidak ada yang mengatakan bahwa membangun dan mengelola brand adalah pekerjaan yang mudah, paling tidak sebuah prinsip sederhana dapat digunakan sebagai objective dasar dalam melakukan hal tersebut. “Do not tell people what to think about you; but make them think about you”. Jangan dikte target pelanggan tentang apa yang harus mereka pikirkan tentang brand Anda, melainkan buatlah mereka memikirkan brand Anda – tentunya secara positif.

Anggap saja seperti ketika kita ingin dipandang sebagai seseorang yang pintar. Mengumbar pernyataan kepada orang-orang sekitar bahwa kita adalah seseorang yang pintar, bukanlah cara yang baik dan tepat. Malah akan menimbulkan persepsi yang kontra produktif. Akan tetapi, ketika kita mampu berlaku dan berbuat yang mencirikan seseorang yang pintar secara konsisten dan progresif, sentimen dan persepsi positif sebagai seseorang yang pintar tersebut akan terbangun dengan sendirinya dalam benak orang-orang di sekitar kita. Namun, menjadi benar-benar pintar adalah sebuah syarat mutlak. Bila tidak, maka kita sedang melakukan pembohongan atau penipuan publik.

Oleh karenanya, social listening merupakan salah satu kunci sukses dalam membangun dan mengelola brand. Dengan mendengar, kita dapat memahami bagaimana membangun persepsi pelanggan terhadap brand kita. 🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.